SUNRISE IN MY LIFE

Sebelum punya kamera digital cara saya menikmati momen matahari terbit cukup dengan duduk santai menghirup segarnya udara pagi sembari mengucap syukur telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati ciptaanNya yang sangat indah ini. Saya memang penikmat sunrise, jalan-jalan ke manapun saya selalu sempatkan mencari info tempat terbaik menyaksikan matahari terbit. Siapa yang tidak takjub melihat lukisan alam karya Sang Pencipta Semesta ini, matahari yang seolah muncul dari permukaan laut, di dataran tinggi matahari perlahan menunjukan dirinya di balik bukit pegunungan. Sungguh pemandangan seperti itu yang membuat saya rela bangun pagi-pagi hanya untuk menyaksikan terbitnya fajar. Setelah punya kamera digital saya jadi punya ‘teman’ yang selalu saya ajak bangun pagi untuk mengabadikan sunrise di pantai maupun di gunung. Aksesoris pendukung lainnya untuk memotret sunrise yaitu tripod dan shutter release, saya sendiri belum punya shutter release jadi saya gunakan timer yang ada di menu kamera.

Sunrise di Pantai Kenjeran

Sunrise di Pantai Kenjeran

KENJERAN SUNRISE

KENJERAN SUNRISE

Golden Sunrise Kenjeran

Golden Sunrise Kenjeran

Siluet sunrise pantai Kenjeran

Siluet sunrise pantai Kenjeran

Sebagai warga kota Surabaya, Saya agak susah menemukan momen matahari tenggelam di kota ini, namun jika ingin mengabadikan matahari terbit pantai Kenjeran tetap yang favorit sebagai pilihan mengabadikan sunrise. Jika ingin mengabadikan sunrise dengan latar belakang pegunungan tak ada yang bisa menandingi pesona sunrise di gunung Bromo di kawasan Probolinggo.

menikmati semburat orange dari lava view TNBTS

menikmati semburat orange dari lava view TNBTS

matahari terbit saat camping di Lava View Bromo

matahari terbit saat camping di Lava View Bromo

Ketika berkunjung ke Pulau Karimunjawa saya juga tak lupa mencari informasi tempat untuk mengabadikan sunrise dan sunset yang bagus, contoh pada saat pagi hari saya tiba di pelabuhan penyebrangan kapal dari Jepara ke Pulau Karimunjawa yaitu pelabuhan Kartini, saya sempatkan untuk ‘berburu’ sunrise di sekitar pelabuhan tersebut.

Sunrise di pelabuhan Kartini Jepara, Jawa Tengah

Sunrise di pelabuhan Kartini Jepara, Jawa Tengah

Mendung yang berkolaborasi dengan sinar matahari pagi di pelabuhan Kartini jepara

Mendung yang berkolaborasi dengan sinar matahari pagi di pelabuhan Kartini jepara

Pagi hari di sekitar pelabuhan Pulau Karimunjawa juga tak kalah eloknya, saya dan beberapa teman saya rela bangun pagi-pagi dan jalan kaki yang jaraknya lumayan jauh demi mengabadikan matahari terbit di dermaga, hasilnya seperti ini.

Refleksi dan semburat mentari pagi

Refleksi dan semburat mentari pagi

Dermaga Pelabuhan Besar Karimunjawa

Dermaga Pelabuhan Besar Karimunjawa

Silent Morning

Silent Morning

Air laut yang tenang, perahu nelayan yang berbaris rapi, serta cuaca pagi yang bersahabat merupakan perpaduan yang sempurna yang saya dapati saat merekam indahnya pelabuhan di Karimunjawa saat pagi hari. Di salah satu resort ternama di pulau ini juga ada pantai yang menurut saya sempurna banget untuk berburu foto keindahan sunrise. Tidak jauh dari pelabuhan besar menaiki jalan menanjak sampailah kita di Nirwana Resort. Walaupun masih sangat pagi dan hari masih gelap pantai di resort tersebut sudah ramai diserbu para landscaper  yang tak mau ketinggalan momen berharga ini. Oh iya meski kita tidak menginap di resort yang mewah ini kita tetap bisa masuk dengan membayar biaya retribusi kepada penjaga resort tersebut.

Siluet Nirwana Resort

Siluet Nirwana Resort

Foto narsis teman-teman saya :D

Foto narsis teman-teman saya 😀

Epic

Epic

Salah satu pemandangan di pantai Nirwana Resort

Semburan sinar mentari pagi bergradasi birunya langit

Semburan sinar mentari pagi bergradasi birunya langit

Siluet teman-teman saya yang berpose

Siluet teman-teman saya yang berpose

Matahari yang 'mengintip'

Matahari yang ‘mengintip’

Semburat orange

Semburat orange

Masih pagi di pantai Nirwana Resort

Masih pagi di pantai Nirwana Resort

Blue Hour before sunrise

Blue Hour before sunrise

Waktu saya diajak untuk pertamakalinya ke Pacitan oleh seorang teman kerja saya, kami berdua juga menyempatkan berhenti sejenak di jalan raya Ponorogo – Pacitan. Pada saat kami melintas jalan tersebut jam menunjukan pukul 5pagi. Tujuan kami berhenti untuk mengabadikan munculnya matahari dari perbukitan karst,segera kami berdua mengeluarkan makanan kamera.
IMG_0813

IMG_0841

Matahari sudah mulai nampak

Matahari sudah mulai nampak

Untuk foto-foto SUNRISE dari saya segitu dulu aja yah,next time cari lagi tempat-tempat yang indah sunrise-nya.

Advertisements

PACITAN NEVER ENDING BEACH

Pacitan,kota di ujung barat Jawa Timur ini memang menyuguhkan wisata alam yang sangat layak kalian kunjungi. Di kota yang berjululukan ‘KOTA 1001 GOA’ yang juga  kota kelahiran Bapak Presiden RI (SBY) terdapat banyak pantai-pantai yang indah dan unik. Bagi kalian yang maniak pantai, tidak akan menyesal jika berkunjung ke kota ini, karena di Pacitan tidak hanya satu atau dua pantai saja yang wajib kalian jajah. Saya sendiri sudah menjajal beberapa pantai di Pacitan diantaranya pantai Srau, pantai Klayar (pantai yang sedang naik daun di Pacitan), pantai Watu karung, pantai Pancer, pantai Buyutan, pantai Banyutibo yang unik dengan air terjun yang jatuh langsung ke laut, dan pantai Nampu (yang ini sudah masuk Kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah). Jarak dari pantai-pantai tersebut tidaklah jauh, kecuali pantai Pancer karena pantai ini berada di Pacitan kota yang masih ‘tetangganya’ pantai Teleng Ria. Aksesnya pun tidaklah rumit karena sudah banyak papan petunjuk ke arah pantai-pantai tersebut dan jalannya sudah mulus, bahka terakhir ke sana (Januari 2014) ada sebagian jalan yang dilebarkan.

Pantai Watukarung di Desa Watukarung Pacitan

Pantai Watukarung di Desa Watukarung Pacitan

Pantai Banyutibo dengan air terjun yang terjun langsung ke laut

Pantai Banyutibo dengan air terjun yang terjun langsung ke laut

Untuk menjelajahi wisata pantai di Pacitan memang tak cukup apabila hanya punya waktu 1 hari jika kalian dari kota Surabaya. Biasanya saya akan mampir ke rumah teman, nyawa home stay, atau bawa tenda sendiri untuk camping di area pantai. untuk hotel hanya bisa kalian temukan di sekitaran kota Pacitan dengan harga yang bervariasi.

Pantai Klayar dengan karang 'sphinx' nya sebagai identitas pantai ini

Pantai Klayar dengan karang ‘sphinx’ nya sebagai identitas pantai ini

Pantai Klayar dengan ombak besarnya

Pantai Klayar dengan ombak besarnya yang menghantam karang

Pemandangan pantai Klayar dari bukit di sebelah barat

Pemandangan pantai Klayar dari bukit di sebelah barat

Perlu kalian ingat bahwa pantai di Pacitan ini sangat terkenal dengan keganasan ombaknya khas pantai selatan lainnya, jadi sangat disarankan untuk tidak berenang di pantai-pantai tersebut. Pantai Klayar sangat cocok bagi kalian penggemar Landscape fotografi apalagi yang doyan banget dengan selow sepit pantai ini sangat mendukung sekali dengan background karang-karangnya yang menyerupai patung sphinx di sebelah timur pantai ini dan bisa mengeluarkan air mancur yang populer disebut seruling laut oleh warga sekitar. Oh iya pantai di Pacitan tidak semuanya mempunyai fasilitas yang lengkap, hanya pantai yang ramai dikunjungi seperti klayar lah yang memiliki fasilitas yang lumayan lengkap seperti toilet dengan air tawar, mushola, warung, dan lahan parkir.

mengabadikan landscape klayar

mengabadikan landscape klayar

DSC01072

Pantai Nampu dari atas bukit

Jika ombak sedang bersahabat kalian bisa menemukan surfer-surfer yang menjajal barrel  seperti pantai Srau dan Watu karung bahkan di pantai Pancer, jadi tidak perlu jauh-jauh ke bali untuk menyaksikan para surfer beraksi.

Karang bolong pantai Srau

Karang bolong pantai Srau

DSC00962

Narsis di pantai Pancer yang masih sepi

Rock Formation @Klayar

Rock Formation @Klayar

Papan peringatan bahaya di pantai Klayar

Papan peringatan bahaya di pantai Klayar

Narsis dulu latar belakang pantai Buyutan

Narsis dulu latar belakang pantai Buyutan

pemandangan pantai Srau

pemandangan pantai Srau

Pantai Buyutan dari atas bukit

Pantai Buyutan dari atas bukit

DSC01062

salah satu warung di pantai Nampu, Wonogiri

penampakan semburan 'seruling laut' di pantai Klayar

penampakan semburan ‘seruling laut’ di pantai Klayar

Banyak rute untuk sampai di kota Pacitan ini, jika dari arah Surabaya bisa bisa ditempuh kurang lebih 300km melalui kota Madiun kemudian lanjut ke arah kota Ponorogo (rute yang biasa saya lewati) yang melewati hamparan bukit ‘karst’ sepanjang jalan Ponorogo – Pacitan dengan kontur jalan yang naik turun. Rute dari Surabaya yang lainnya bisa melewati arah Traenggalek di JLS (Jalur Lintas Selatan) yang baru selesai dibangun ini juga patut dijajal karena kita akan disuguhi pemandangan pesisir pantai selatan sepanjang jalan Trenggalek – Pacitan. Untuk kalian yang dari arah kota Solo atau Yogyakarta juga sudah mudah mendapatkan petunjuk menuju wisata pantai di Pacitan. Rasanya tidak ada bosannya saya berkunjung ke Kota 1001 Goa ini, entah itu rame-rame atau dengan beberapa orang tetap saja membawa pengalaman yang berbeda dari kunjungan saya sebelumnya.

SELAMAT BERWISATA DI PACITAN JAGA PANTAI TETAP BERSIH

CAMPING CERIA BROMO LAVA VIEW

Image

Menikmati Matahari Terbit

Sore itu (7/12/2013) sebenarnya Aku enggan menepati janjiku kepada kawanku Rizal untuk acara camp di Panderman, Batu, Malang. Karena hari itu langit Kota Surabaya sudah digelayuti awan mendung yang cukup tebal, namun Aku malas membuat orang lain kecewa, akhirnya Aku iyakan ajakan kawanku itu untuk camping Sabtu Minggu. Namun rencana lokasi camping saya ubah karena kami berdua belum ada yang pernah nanjak ke Gunung Panderman. Dan akhirnya pilihan jatuh ke Bromo, peserta bertambah lagi satu ,Rudi waktu itu yang lagi galau karena Sabtunya kelabu akhirnya mau Aku ajak camping di Bromo. Oke peserta cuman 3 orang, tak masalah. Akhirnya kita berangkat sekitar jam 10 malam dari Surabaya naik motor menuju arah Probolinggo. Rudi hanya berkendara seorang diri, sedangkan Aku boncengan sama Rizal yg membawa tas carrier 40L . Tepat pukul setengah 2 dini hari kita sudah sampai pos Cemoro Lawang TNBTS, rencana kami ingin mendirikan tenda di Penanjakan 2 dengan trekking kurang lebih 1jam setengah, namun apadaya kami tidak tahu lokasi parkir motor di pos Cemoro Lawang ini, akhirnya kita mendirikan tenda di belakang Lava View hotel berdasarkan saran warga Bromo. Dan memang benar di tempat tersebut ternyata ada camping ground yang cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda. Tepat jam 5 pagi kami terbangun karena di dekat tenda yang kami dirikan sudah ramai pengunjung. Udara pagi tak terlalu dingin, tak mau ketinggalan sunrise kami langsung beraksi mengabadikan momen matahari terbit yang berlatar belakang Gunung Argopuro(kalau tidak salah sih….). Namun dari kesekian kalinya Aku ke Bromo, ini adalah pemandangan serta pengalaman yang tidak biasa Aku alami. Matahari mulai meninggi pengunjung mulai meninggalkan tempatku mendirikan tenda, dan kami memutuskan untuk membuat sarapan dengan bekal yang kami bawa. Setelah sarapan Kami menuju view Gunung Bromo yang berdampingan dengan Gunung Batok, serta pegunungan Tengger yang mengelilinginya. Di lava view pemandangan Gunung Bromo terlihat lebih dekat dibandingkan view dari penanjakan. Puas mengabadikan landskap yang maha dahsyat ini, kami kembali beristirahat di dalam tenda hingga jam 1 siang kami memutuskan untuk membongkar tenda, dan bergegas balik ke Surabaya.

Tenda sudah siap!!!

Tenda sudah siap!!!

Mengabadikan Gunung Bromo

Mengabadikan Landskap Gunung Bromo

Di Kejauhan terlihat Tenda kami yang Berwarna Merah

Di Kejauhan terlihat Tenda kami yang Berwarna Merah